Karya tulis
Seni Rupa
Seni rupa
adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap
mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep
garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni
murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya
untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih
menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art.
Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih
spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya
dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts
Bidang seni rupa
1.Seni rupa murni
- Seni lukis adalah salah satu
cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis
adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah
kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga
dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa
saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi
bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa
bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media
yang digunakan.
- Seni grafis adalah cabang seni
rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak, biasanya di
atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu menciptakan
salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan
proses cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan
atau drawing, di sisi lain, menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan
diciptakan dari permukaan sebuah bahan , secara teknis disebut dengan
matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya tembaga
atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan
kayu untuk woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan
dalam karya seni ini. Tiap-tiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai
karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karya-karya yang dicetak dari
sebuah plat menciptakan sebuah edisi, di masa seni rupa modern masing-masing
karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut
adalah edisi terbatas.
- Seni patung adalah cabang seni
rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan
cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting
(dengan cetakan).
- Seni instalasi (installation =
pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi
sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran
makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik
dan hal lain yang bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni
instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang
menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen
ruang, waktu, suara, cahaya, gerak dan interaksi spektator (pengunjung
pameran) sebagai konsepsi akhir dari olah rupa
- Seni pertunjukan (Bahasa
Inggris: performance art) adalah karya seni yang melibatkan aksi individu
atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. performance biasanya
melibatkan empat unsur: waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan
seniman dengan penonton. Meskipun seni performance bisa juga dikatakan
termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan seni mainstream seperti teater,
tari, musik dan sirkus, tapi biasanya kegiatan-kegiatan seni tersebut pada
umumnya lebih dikenal dengan istilah 'seni pertunjukan' (performing arts).
Seni performance adalah istilah yang biasanya mengacu pada seni konseptual
atau avant garde yang tumbuh dari seni rupa dan kini mulai beralih ke arah
seni kontemporer.
- Seni Keramik adalah cabang seni
rupa yang mengolah material keramik untuk membuat karya seni dari yang
bersifat tradisional sampai kontemporer. Selain itu dibedakan pula
kegiatan kriya keramik berdasarkan prinsip fungsionalitas dan produksinya.
Venus of Dolni Vestonice adalah karya keramik tertua yang pernah
ditemukan.
- Seni film
- Seni koreografi
- Seni fotografi
2. Desain
- Arsitektur adalah seni dan ilmu
dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur
mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari
level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur
lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan
desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses
perancangan tersebut
- Disain grafis adalah suatu
bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan
informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga
dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa
dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art.
Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses
pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun
disiplin ilmu yang digunakan (disain). Seni disain grafis mencakup
kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya
tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak
- Desain industri (bahasa
Inggris: Industrial design) adalah seni terapan di mana estetika dan
usability (kemudahan dalam menggunakan suatu barang) suatu barang
disempurnakan. Desain industri menghasilkan kreasi tentang bentuk,
konfigurasi, atau komposisi garis atau warna atau garis dan warna atau
gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang memberi kesan estetis,
dapat dipakai untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau
kerajinan tangan. Sebuah karya desain dianggap sebagai kekayaan
intelektual karena merupakan hasil buah pikiran dan kreatifitas dari pendesainnya,
sehingga dilindungi hak ciptanya oleh pemerintah melalui Undang-Undang No.
31 tahun 2000 tentang Desain Industri. Kriteria desain industri adalah
baru dan tidak melanggar agama, peraturan perundangan, susila, dan
ketertiban umum. Jangka waktu perlindungan untuk desain industri adalah 10
tahun
- Desain Interior
- Desain Busana
3.Kriya
- Kriya tekstil
- Kriya kayu
- Kriya keramik
- Kriya rotan
Seni Musik
Seni musik
merupakan cabang seni yang menggunakan media bunyi sebagai sarana pengungkapan
ekspresi senimannya. Kata musik dalam Bahasa Indonesia adalah terjemahan
dari Bahasa Inggris music atau Bahasa Belanda muziek. Menurut
para ahli sejarah, kata musik berasal dari sekumpulan nama dewi kesenian bangsa
Yunani Purba, yaitu musae.
Dalam sebuah
ciptaan musik, nada menempati posisi terkecil. Secara sistematis, struktur
bentuk musik dapat diuraikan sebagai berikut:
- Nada bertindak sebagai satuan
terkecil dalam sebuah ciptaan musik.
- Kumpulan dari nada dinamakan
kata.
- Kumpulan beberapa kata
dinamakan frase.
- Kumpulan frase musik akan
membentuk kalimat musik.
- Kumpulan beberapa kalimat musik
dinamakan dengan tema. Tema dapat pula disebut dengan verse, chorus, atau
baik musik.
- Kumpulan tema dinamakan
ciptaan.
Unsur lain
yang ada dalam musik adalah ritme. Adalah susunan hentakan yang teratur.
Tujuan
Penyajian Musik
Setiap karya
manusia pasti memiliki tujuan tertentu. Termasuk karya yang berupa musik,
beberapa tujuan diciptakannya musik adalah sebagai berikut ;
Tujuan
Magis.
- Musik pada tujuan ini, musik
dianggap property yang mampu memperkuat suasana magis dalam ritual-ritual
tertentu.
Tujuan
Religius.
- Musik dapat diciptakan sebagai
pengakuan akan keagungan Tuhan, sebagai sarana mendekatkan diri dengan
Tuhan.
Tujuan
Simbolis.
- Karya musik yang diciptakan
pada konteks ini memiliki tujuan simbolis yang dapat menimbulkan
kebanggaan terhadap sesuatu. Seperti lagu kepahlawanan, atau lagu
kebangsaan.
Tujuan
Komersial.
- Di sini sudah jelas, musik
dijadikan barang yang dapat membuahkan penghasilan bagi senimannya.
Tujuan
Kreatif.
- Tujuan penciptaannya
semata-mata hanya untuk kepuasan dirinya sendiri dan biasanya bersifat
eksperimental.
Tujuan
Rekreatif.
- Musik diciptakan untuk hiburan semata.
Seni Teater
Teater
adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater
adalah proses pemilihan teks atau naskah (kalau ada) , penafiran, penggarapan,
penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau
audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti).
Proses penjadian drama ke teater disebut prose teater atau disingkat berteater.
Teater berasal dari kata theatron yang diturunkan dari kata theaomai(bahasa
yunani) yang artinya takjub melihat atau memandang.
Teater bisa diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti
luas.
Teeater dalam arti sempit adalah sebagai drama (kisah hidup dan kehiudpan
manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan
pada naskah yang tertulis.
Dalam arti luas, teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan
orang banyak contohnya wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain.
ARTI DRAMA
- Drama
berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang
berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya.
- Drama
adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak
- Konflik
dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama
Dalam bahasa Belanda, drama adalah toneel, yang
kemudian oleh PKG Mangkunegara VII dibuat istilah Sandiwara.
ARTI TEATER
- Secara
etimologis : Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium.
- Dalam
arti luas : Teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan
orang banyak
- Dalam
arti sempit : Teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang
diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan, gerak dan laku
didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik,
nyanyian, tarian, dsb.
AKTING YANG
BAIK
Akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga
berupa gerak.
Dialog yang baik ialah dialog yang :
- terdengar
(volume baik)
- jelas
(artikulasi baik)
- dimengerti
(lafal benar)
- menghayati
(sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
Gerak yang balk ialah gerak yang :
- terlihat
(blocking baik)
- jelas
(tidak raguragu, meyakinkan)
- dimengerti
(sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)
- menghayati
(sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
Penjelasan :
- Volume
suara yang baik ialah suara yang dapat terdengar sampai jauh
- Artikulasi
yang baik ialah pengucapan yang jelas. Setiap suku kata terucap dengan
jelas dan terang meskipun diucapkan dengan cepat sekali. Jangan terjadi
katakata yang diucapkan menjadi tumpang tindih.
- Lafal
yang benar pengucapan kata yang sesuai dengan hukum pengucapan bahasa yang
dipakai . Misalnya berani yang berarti “tidak takut” harus diucapkan berani
bukan berani.
- Menghayati
atau menjiwai berarti tekanan atau lagu ucapan harus dapat menimbulkan
kesan yang sesuai dengan tuntutan peran dalam naskah
- Blocking
ialah penempatan pemain di panggung, diusahakan antara pemain yang satu
dengan yang lainnya tidak saling menutupi sehingga penonton tidak dapat
melihat pemain yang ditutupi.
Seni Film
Secara
harfiah, film (sinema) adalah cinematographie yang berasal dari kata cinema
(gerak), tho atau phytos (cahaya), dan graphie atau grhap (tulisan, gambar,
citra). Jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar dapat
melukis gerak dengan cahaya, harus menggunakan alat khusus, yang biasa disebut
kamera.
Film sebagai
karya seni sering diartikan hasil cipta karya seni yang memiliki kelengkapan
dari beberapa unsur seni untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya spiritual.
Dalam hal ini unsur seni yang terdapat dan menunjang sebuah karya fim adalah:
seni rupa, seni fotografi, seni arsitektur, seni tari, seni puisi sastra, seni
teater, seni musik. Kemudian ditambah lagi dengan seni pantomin dan novel.
Kesemuannya merupakan pemahaman dari sebuah karya film yang terpadu dan biasa
kita lihat.
Sejarah Film
Film sendiri
pertama kali diciptakan pada tahun 1805 oleh Lumiere Brothers. Kemudian pada
tahun 1899 George Melies mulai menampilkan film dengan gaya editing yang
berjudul Trip To The Moon. Pada tahun 1902, Edwin Peter membuat film yang berjudul
Life Of In American Fireman.
Di Indonesia
sendiri, film mencapai kejayaannya pada era 70-an sampai 80-an atau tepatnya
sebelum masuknya Broadcast-Broadcast TV pada tahun 1988 (RCTI). Masyarakat
sangat apresiatif dalam menanggapi film-film yang ada di Indonesia. Hal ini
berkaitan dengan bobot dari film tersebut yang memang dapat memenuhi kebutuhan
psikologi dan spiritual dari masyarakat Indonesia.
Di
Indonesia, bioskop pertama kali muncul di Batavia (Jakarta), tepatnya di Tanah
Abang Kebonjae, pada 5 Desember 1900. Namun, kehadiran bioskop ini tidak dapat
dikatakan sebagai tonggak awal sejarah film Indonesia. Alasannya, film-filmnya
saat itu masih impor dari luar negeri. Film cerita pertama yang diproduksi di
Indonesia, tepatnya di Bandung, baru ada pada tahun 1926. Film ini berjudul
Loetoeng Kasaroeng. Film ini bisa dikatakan sebagai acuan tonggak sejarah
perfilman Indonesia. Kesuksesan produksi film tersebut tidak terlepas dari
keterlibatan bupati Bandung, Wiranatakusumah V di dalamnya.
Unsur-Unsur dalam Film
Film
merupakan hasil karya bersama atau hasil kerja kolektif. Dengan kata lain,
proses pembuatan film pasti melibatkan kerja sejumlah unsur atau profesi.
Unsur-unsur yang dominan di dalam proses pembuatan film antaralain: produser,
sutradara, penulis skenario, penata kamera (kameramen), penata artistik, penata
musik, editor, pengisi dan penata suara, aktor-aktris (bintang film).
1. Produser
Unsur paling
utama (tertinggi) dalam suatu tim kerja produksi atau pembuatan film adalah
produser. Karena produserlah yang menyandang atau mempersiapkan dana yang
dipergunakan untuk pembiayaan produksi film. Produser merupakan pihak yang
bertanggungjawab terhadap berbagai hal yang diperlukan dalam proses pembuatan
film. Selain dana, ide atau gagasan, produser juga harus menyediakan naskah
yang akan difilmkan, serta sejumlah hal lainnya yang diperlukan dalam kaitan
proses produksi film.
2. Sutradara
Sutradara
merupakan pihak atau orang yang paling bertanggungjawab terhadap proses
pembuatan film di luar hal-hal yang berkaitan dengan dana dan properti lainnya.
Karena itu biasanya sutradara menempati posisi sebagai “orang penting kedua” di
dalam suatu tim kerja produksi film. Di dalam proses pembuatan film, sutradara
bertugas mengarahkan seluruh alur dan proses pemindahan suatu cerita atau
informasi dari naskah skenario ke dalam aktivitas produksi.
3. Penulis Skenario
Skenario
film adalah naskah cerita film yang ditulis dengan berpegang pada standar atau
aturan-aturan tertentu. Skenario atau naskah cerita film itu ditulis dengan
tekanan yang lebih mengutamakan visualisasi dari sebuah situasi atau peristiwa
melalui adegan demi adegan yang jelas pengungkapannya. Jadi, penulis skenario
film adalah seseorang yang menulis naskah cerita yang akan difilmkan. Naskah skenario
yang ditulis penulis skenario itulah yang kemudian digarap atau diwujudkan
sutradara menjadi sebuah karya film.
4. Penata Kamera (Kameramen)
Penata
kamera atau popular juga dengan sebutan kameramen adalah seseorang yang
bertanggungjawab dalam proses perekaman (pengambilan) gambar di dalam kerja
pembuatan film. Karena itu, seorang penata kamera atau kameramen dituntut untuk
mampu menghadirkan cerita yang menarik, mempesona dan menyentuh emosi penonton
melalui gambar demi gambar yang direkamnya di dalam kamera. Di dalam tim kerja
produksi film, penata kemera memimpin departemen kamera.
5. Penata Artistik
Penata
artistik (art director) adalah seseorang yang bertugas untuk menampilkan cita
rasa artistik pada sebuah film yang diproduksi. Sebelum suatu cerita
divisualisasikan ke dalam film, penata artistik setelah terlebih dulu mendapat
penjelasan dari sutradara untuk membuat gambaran kasar adegan demi adegan di
dalam sketsa, baik secara hitam putih maupun berwarna. Tugas seorang penata
artistik di antaranya menyediakan sejumlah sarana seperti lingkungan kejadian,
tata rias, tata pakaian, perlengkapan-perlengkapan yang akan digunakan para
pelaku (pemeran) film dan lainnya.
6. Penata Musik
Penata musik
adalah seseorang yang bertugas atau bertanggungjawab sepenuhnya terhadap
pengisian suara musik tersebut. Seorang penata musik dituntut tidak hanya
sekadar menguasai musik, tetapi juga harus memiliki kemampuan atau kepekaan
dalam mencerna cerita atau pesan yang disampaikan oleh film.
7. Editor
Baik atau
tidaknya sebuah film yang diproduksi akhirnya akan ditentukan pula oleh seorang
editor yang bertugas mengedit gambar demi gambar dalam film tersebut. Jadi,
editor adalah seseorang yang bertugas atau bertanggungjawab dalam proses
pengeditan gambar.
8. Pengisi dan Penata Suara
Pengisi
suara adalah seseorang yang bertugas mengisi suara pemeran atau pemain film.
Jadi, tidak semua pemeran film menggunakan suaranya sendiri dalam berdialog di
film. Penata suara adalah seseorang atau pihak yang bertanggungjawab dalam
menentukan baik atau tidaknya hasil suara yang terekam dalam sebuah film. Di
dalam tim kerja produksi film, penata suara bertanggungjawab memimpin
departemen suara.
9. Bintang Film (Pemeran)
Bintang film
atau pemeran film dan biasa juga disebut aktor dan aktris adalah mereka yang
memerankan atau membintangi sebuah film yang diproduksi dengan memerankan
tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita film tersebut sesuai skenario yang ada.
Keberhasilan sebuah film tidak bisa lepas dari keberhasilan para aktor dan aktris
dalam memerankan tokoh-tokoh yang diperankan sesuai dengan tuntutan skenario
(cerita film), terutama dalam menampilkan watak dan karakter tokoh-tokohnya.
Pemeran dalam sebuah film terbagi atas dua, yaitu pemeran utama (tokoh utama)
dan pemeran pembantu (piguran).
Seni Tari
Pengertian seni tari
Seni tari
adalah gerakan terangkai yang berirama sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi
manusia yang di dalamnya terdapat unsur keindahan wiraga atau tubuh, wirama
atau irama, wirasa atau penghayatan, dan wirupa atau wujud.
Tari adalah gerak dari seluruh anggota badan yang selaras dengan bunyi musik
atau gamelan, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan dalam
menari.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa substansi atau bahan baku tari adalah gerak;
gerak yang terangkai sehingga memuat ritme dan waktu di dalam ruang. Dapat
diartikan bahwa seni tari adalah pengungkapan lewat gerak yang distilir atau
digayakan dan berkesinambungan yang di dalamnya terdapat unsur keindahan.
Seni tari memiliki empat unsur keindahan, yaitu: wiraga, wirama, wirasa, dan
wirupa. Keempat unsur seni tersebut merupakan satu ikatan yang membentuk
harmoni.
Wiraga adalah raga atau tubuh, yaitu gerak kaki sampai kepala, merupakan media
pokok gerak tari. Gerak tari dirangkai dan digayakan sesuai dengan bentuk yang
tepat. Misalnya seberapa jauh badan merendah, tangan merentang, kaki diangkat
atau ditekuk, dan sebagainya.
Wirama adalah ritme atau tempo atau seberapa lamanya rangkaian gerak ditarikan
serta ketepatan perpindahan gerak selaras dengan jatuhnya irama. Irama ini
biasanya dari alat musik ritmis yang mengiringi, seperti gong, gendang, tifa,
rebana, dan lain-lain.
Wirasa adalah perasaan yang diekspresikan lewat raut muka dan gerak.
Keseluruhan gerak tersebut harus dapat menjelaskan jiwa dan emosi tarian.
Seperti sedih, gembira, tegas, atau marah.
Wirupa adalah rupa atau wujud, memberi kejelasan gerak tari yang diperagakan
melalui warna, busana, dan rias yang disesuaikan dengan peranannya.
Seni Sastra
Banyak ahli
yang mendefenisikan pengertian sastra dapat kita lihat sebagai berikut :
Fananie (2000 : 6) mengatakan :
“ Bahwa sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan
luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan kemampuan aspek keindahan
yang baik yang didasarkan aspek kebahasaan maupun aspek makna”.
Sedangkan semi ( 1984 : 8) mengatakan :
“ Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan semi kreatif yang objeknya
adalah manusia dan kehidupannya dengan menggunakan bahas sebagai mediumnya “.
Teeuw ( 1984 : 23) mengatakan :
“ Kata satra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahas Sansekerta akar kata
Sas-, dalam kata kerja turunan berarti mengarahkan, mengajar, memberikan
petunjuk atau instruksi. Akhiran kata tra- biasanya menunjukkan alat, suasana.
Maka dari sastra dapat berarti, alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku
instruksi dan pengajaran; misalnya silpasastra, buku arsitektur, kemasastraan,
buku petunjuk mengenai seni cerita. Awalan su- berarti baik, indah sehingga
susastra dapat dibandingkan dengan berbagai belles letter”.
Kutipan di atas menyatakan, sastra diartikan sebagai alat untuk mengajar,
memberi instruksi dan petunjuk kepada pembaca. Wellek dan Warren ( 1987 : 3 )
mengatakan bahwa sastra adalah suatu kajian kreatif, sebuah karya seni. Damono
( 1984 : 10) mengatakan bahwa lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai
medium : bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan
gambaran kehidupan dan kehidupan itu adalah merupakan suatu kenyataan sosial
Fananie ( 2000 : 132 ) mengatakan bahwa sastra adalah karya seni yang merupakan
ekspresi kehidupan manusia .
Dari keseluruhan defenisi sastra di atas, adalah berdasarkan persepsi
masing-masing pribadi dan sifatnya deskriptif, pendapat itu berbeda satu sama
lain. Masing-masing ahli merupakan aspek-aspek tertentu, namun yang jelas
defenisi tersebut dikemukakan dengan prinsip yang sama yaitu manusia dan
lingkungan. Manusia menggunakan seni sebagai pengungkapan segi-segi kehidupan.
Ini suatu kreatifitas manusia yang mampu yang mampu menyajikan pemikiran dan
pengalaman hidup dengan bentuk seni sastra.
Dari beberapa batasan yang diuraikan di atas dapat disebut beberapa unsur
batasan yang selalu disebut untuk unsur-unsur itu adalah isi sastra berupa
pikiran, perasaan, pengalaman, ide-ide, semangat kepercayaan dan lain-lain.
Ekspresi atau ungkapan adalah upaya untuk mengeluarkan sesuatu dalam diri
manusia. Bentuk diri manusia dapat diekspresikan keluar, dalam berbagai bentuk,
sebab tampa bentuk tidak akan mungkin isi tadi disampaikan pada orang lain. Ciri
khas penggungkapan bentuk pada sastra adalah bahasa. Bahasa adalah bahan utama
untuk mewujudkan ungkapan pribadi di dalam suatu bentuk yang indah.